Syadir Ali

Menulis, Berbisnis, Meliput, Menggerakkan

14/02/2026

Kembali ke Jalan yang Benar
Oleh

Dalam hidup ini, kadang kita salah bukan karena tidak tahu. Justru sering kali kita tahu mana yang benar, tapi tetap memilih jalan lain karena keadaan, kepentingan, atau ambisi yang terasa mendesak. Kita menunda perbaikan, memaklumi penyimpangan kecil, hingga akhirnya tanpa sadar kita sudah terlalu jauh dari jalan yang seharusnya.

Bukan karena tidak tahu jalan pulang, tapi karena terlalu lama berjalan tanpa koreksi. Sibuk dengan urusan dunia, ingin diakui, ingin menguasai banyak hal, pelan-pelan kita abaikan batas yang dulu kita jaga. Yang dulu terasa salah, sekarang jadi biasa. Yang dulu kita hindari, kini justru kita jalani dengan tenang.

Kembali ke jalan yang benar bukan berarti kita kalah. Bukan juga tanda bahwa kita gagal. Justru itu tanda bahwa hati masih hidup, bahwa nurani masih berbicara, masih mampu membedakan mana yang perlu diluruskan.

Sayangnya, kita sering lebih sibuk mencari pembenaran daripada melakukan perbaikan. Kita takut dinilai salah oleh manusia, tapi lupa takut berjalan di atas kesalahan di hadapan Allah.

Padahal ketenangan hidup tidak datang dari kemampuan menutupi kekeliruan, tetapi dari keberanian untuk meluruskannya.

Bisa jadi keresahan yang kita rasakan hari ini bukan karena hidup terlalu berat, tapi karena hati tahu ada yang tidak lagi selaras. Dan saat hati mulai gelisah, itu sebenarnya panggilan untuk kembali.

Kembali tidak harus dengan langkah besar. Mulai saja dari yang sederhana: jujur pada diri sendiri, berhenti dari kesalahan yang kita sadari, dan memperbaiki tanpa perlu pengakuan siapa-siapa.

Semoga Allah mudahkan kita semua kembali ke jalan yang benar, jalan yang diridhai-Nya.

— Syadir Ali