Syadir Ali

Menulis, Berbisnis, Meliput, Menggerakkan

✍️ Sering kali kita merasa membela kebenaran, padahal yang kita bela hanyalah orang yang kita sukai. Kita lupa melihat persoalan, dan tergesa menentukan sikap tanpa tabayyun.

Sering kali kita merasa sedang membela kebenaran,

padahal yang kita bela hanyalah orang yang kita sukai.

 

Kita tidak lagi melihat persoalannya,

kita melihat siapa yang ada di dalamnya—lalu diam-diam menetapkan, bahwa ia tidak boleh salah.

 

Padahal kita masih punya waktu untuk tabayyun,

menimbang dengan akal,

mencari data dan fakta dengan jujur,

lalu baru menentukan di mana kita berdiri.

 

Kebenaran tidak lahir dari keberpihakan,

melainkan dari kejujuran itu sendiri.

 

Pertanyaannya, masihkah ada orang yang berdiri pada kejujuran dengan benar?

 

Ataukah masing-masing berdiri pada kepentingannya sendiri?

 

Boleh jadi, suaranya keras hari ini, karena takut piring makan ikut pecah…

Syadir Ali
Tentang Penulis
Syadir Ali
“Menulis, Berbisnis, Meliput, Menggerakkan.”

Kembali ke Jalan Yang Benar