Syadir Ali

Menulis, Berbisnis, Meliput, Menggerakkan

✍️ “Padahal, kesombongan di hadapan Allah adalah ketika kita sombong dalam beribadah…”

Kesombongan yang berbeda,

antara iblis dan manusia…

 

Ketika iblis membangkang atas perintah Allah,

ia enggan bersujud kepada Adam,

melanggar satu perintah Allah,

maka ia dilaknat,

menjadi makhluk terhina,

dan dikeluarkan dari kenikmatan surga.

 

Allah berfirman:

 

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka mereka pun sujud kecuali Iblis; ia enggan dan sombong, dan ia termasuk golongan yang kafir.”

(QS. Al-Baqarah: 34)

 

Ia hanya melanggar satu perintah…

 

Lantas bagaimana dengan kita, manusia?

 

Bukan hanya sekali,

tapi berulang kali kita melanggar perintah Allah,

abai terhadap panggilan-Nya.

 

Seringkali kita masih sibuk dengan urusan dunia,

sementara adzan sudah berkumandang.

 

Namun kita tetap merasa biasa saja,

bahkan bangga,

tanpa merasa bersalah.

 

Padahal itu bagian dari kesombongan—

mengabaikan perintah Allah.

 

Allah juga berfirman:

 

“Apakah yang menghalangimu untuk bersujud ketika Aku perintahkan kepadamu?”

(QS. Al-A’raf: 12)

 

Ini baru perkara shalat,

lalu bagaimana dengan yang lainnya?

 

Sayangnya, manusia seringkali keliru memahami arti kesombongan.

Ia mengira kesombongan adalah ketika disapa ia enggan menjawab,

atau ketika berharta ia berjalan dengan dada congkak,

seolah dialah yang paling hebat.

 

Padahal, kesombongan di hadapan Allah

adalah ketika kita sombong dalam beribadah,

sombong terhadap perintah-Nya.

 

 

 

 

Syadir Ali
Tentang Penulis
Syadir Ali
“Menulis, Berbisnis, Meliput, Menggerakkan.”

Kembali ke Jalan Yang Benar