Belajar dari Padamnya Lampu
Hari ini kita sibuk memantau, mencari informasi dari PLN terkait pemadaman listrik di wilayah kita. Kita sibuk mempersiapkan diri. Ada yang lebih awal mengisi daya HP agar ketika lampu padam, masih bisa menggunakan HP untuk scroll dan berbagai aktivitas lainnya.
Tak sedikit juga yang mengeluh. Bagaimana dengan usahanya? Bagaimana aktivitasnya? Ada pula yang mempersiapkan genset sebagai sumber listrik darurat agar aktivitas dan usaha tetap berjalan.
Namun, sadarkah kita bahwa di balik semua ini seharusnya ada sesuatu yang membuat kita merenung?
Ketika listrik akan padam, kita begitu sibuk mempersiapkan diri. Kita mencari informasi kapan padam, berapa lama akan padam, apa yang harus dipersiapkan, bahkan menyiapkan sumber listrik cadangan.
Lalu bagaimana dengan padamnya kehidupan?
Allah sejak awal telah mengingatkan bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.
Sudahkah kita mempersiapkannya?
Atau justru kita lebih panik ketika tahu lampu akan padam, dibandingkan ketika menyadari bahwa suatu hari nanti kehidupan kita juga akan padam?
Untuk padamnya listrik saja kita mempersiapkan banyak hal.
Lalu apa yang sudah kita persiapkan untuk kehidupan setelah kematian?
Yuk, kita renungkan bersama.
— Syadir Ali
