Syadir Ali

Menulis, Berbisnis, Meliput, Menggerakkan

Ketika seorang jurnalis memberitakan fakta di lapangan,

seketika hadir jurnalis lain sebagai “pahlawan”,

datang membawa pembelaan.

 

Lagi-lagi profesi dimanfaatkan,

membela instansi atau pribadi

yang dianggap menguntungkan baginya.

 

Di titik itu,

ia mulai kehilangan taringnya

sebagai kontrol sosial.

 

Ia lupa,

bahwa dirinya adalah penyambung lidah masyarakat,

yang seharusnya menyuarakan suara kecil

yang lama terdiam dalam ketakutan.

 

Bukan justru menjilat penguasa

demi kepentingan.

 

Sadarlah, kawan.

Jaga dan pertahankan integritasmu.

 

Dunia ini sementara,

namun jasa, pribadi, dan profesimu

akan tetap dikenang.

 

Maka tinggalkanlah jejak yang baik,

sebelum engkau pergi

dari dunia yang penuh tipu daya ini.

 

Jangan hanya karena beda kepentingan,

kau saling sikut sesama jurnalis.

 

Berdirilah di tengah,

mencari, memverifikasi, lalu memutuskan.

 

Jangan melakukan pembelaan buta,

sebab jurnalis tidak dituntut untuk itu.

 

Ia dituntut untuk berintegritas.

 

Syadir Ali
Tentang Penulis
Syadir Ali
“Menulis, Berbisnis, Meliput, Menggerakkan.”

Kembali ke Jalan Yang Benar