Mereka lebih takut pada hukum dunia yang diatur dan ditetapkan oleh manusia, daripada hukum akhirat yang ditetapkan oleh Allah.
Maka sungguh rugilah mereka kelak di hari penghakiman Allah. Mengapa dahulu mereka tidak mentauhidkan Allah dan lebih memilih menyembah kepada selain-Nya, dengan dalih menjadikannya sebagai perantara?
Padahal Allah tidak membutuhkan perantara dalam ibadah kepada-Nya.
Allah berfirman:
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.”
(QS. Ghafir [40]: 60)
Maka kepada siapa lagi kita meminta, jika bukan kepada Allah?
Kepada siapa lagi kita berserah, jika bukan kepada Allah?
Jangan sampai kita lebih takut kepada manusia daripada kepada Allah, lebih percaya kepada perantara daripada kepada Rabb yang menciptakan kita.
Tauhidkan Allah. Berdoalah hanya kepada-Nya. Berserah dirilah hanya kepada-Nya, dan jangan menjadikan sesuatu sebagai perantara dalam ibadah yang tidak pernah Allah perintahkan.
Pada akhirnya, kita semua akan kembali kepada Allah dan mempertanggungjawabkan apa yang kita yakini dan apa yang kita lakukan.
— Syadir Ali
