Tiba-tiba ia pergi meninggalkan dunia.
Padahal kemarin ia masih sempat bercanda, ngopi bersama, bahkan berkata, “Esok kita bertemu lagi.”
Namun hari ini, kabar datang bahwa ia telah pergi dari dunia ini. Tiba-tiba. Tanpa pamit. Tanpa memberi tahu bahwa pertemuan kemarin ternyata adalah pertemuan terakhir.
Begitulah hidup. Tidak ada yang tahu kapan waktunya berakhir.
Karena itu, jika kita tidak bersiap, tidak berupaya berjalan di jalan Allah, jalan kebenaran, maka sungguh kita akan menjadi manusia yang rugi.
Perbaiki tauhid dan akidahmu.
Tanamkan dalam hatimu bahwa hanya Allah tempat bergantung, hanya Allah yang memiliki kekuasaan mutlak atas manfaat dan mudarat.
Jangan menggantungkan hati kepada dukun, ritual, sesajen, batu, pohon, benda-benda tertentu, atau apa pun yang diyakini memiliki kekuatan untuk mendatangkan manfaat atau menolak keburukan selain Allah.
La ilaha illallah bukan sekadar kalimat yang keluar dari lisan. Ia adalah keyakinan yang harus hidup di dalam hati dan tercermin dalam seluruh kehidupan.
Sebab kita tidak pernah tahu kapan pertemuan terakhir dengan dunia akan datang.
Maka sebelum kematian tiba-tiba menjemput, luruskan tauhidmu, perbaiki ibadahmu, tinggalkan kesyirikan, dan kembalilah kepada Allah.
— Syadir Ali
