Seberat apa pun ujian hidup yang sedang kau jalani menurutmu, yakinlah bahwa Allah tidak membebani seorang hamba di luar batas kemampuannya.
Allah berfirman:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
(QS. Al-Baqarah: 286)
Maka jangan merasa bahwa ujianmu terlalu berat bagi Allah. Boleh jadi menurutmu itu begitu sulit, tetapi Allah tahu bahwa kau mampu melewatinya. Ujian itu bisa menjadi bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang beriman, agar ia kembali kepada-Nya, bersabar, bertawakal, dan semakin dekat kepada-Nya.
Maka jalani dengan sabar. Jangan berputus asa. Teruslah berusaha, berdoa, dan berserah diri kepada Allah.
Syukurilah nikmat Allah, niscaya Dia akan menambahnya. Allah berfirman:
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”
(QS. Ibrahim: 7)
Jangan ingkari nikmat Allah hanya karena hidup sedang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kita adalah manusia, sekaligus seorang hamba. Ada batas kemampuan kita, tetapi tidak ada batas bagi pertolongan Allah.
Maka berserah diri hanya kepada Allah adalah salah satu jalan terbesar menuju penyelesaian masalah dan ketenangan hidup.
Di luar itu, selain daripada-Nya, hanyalah pernak-pernik dunia yang sering kali menipu dan membuat kita lupa kepada tujuan sebenarnya.
Kembalilah kepada Allah. Dalam keadaan lapang maupun sempit, dalam keadaan senang maupun susah. Karena pada akhirnya, kita adalah hamba dan Allah adalah Rabb kita.
— Syadir Ali
